DUKUNG KETAHANAN PANGAN DESA, OLAH KOTORAN KAMBING JADI PUPUK ORGANIK

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Kambing di Desa Pesawahan


Dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan, pertanian ramah lingkungan dan pemanfaatan potensi lokal, masyarakat Desa Pesawahan didorong untuk memanfaatkan kotoran kambing sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Pupuk organik dari kotoran kambing memiliki banyak manfaat, antara lain memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.


Kotoran kambing yang diolah dengan benar dapat menjadi pupuk organik berkualitas dan bernilai guna tinggi bagi petani. Proses pembuatannya relatif mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat desa dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Bahan yang Diperlukan:

  1. Kotoran kambing kering

  2. Jerami atau sekam padi

  3. Dedak halus (opsional)

  4. EM4 atau larutan mikroorganisme sejenis

  5. Gula merah atau molase

  6. Air secukupnya

Langkah-Langkah Pembuatan Pupuk Organik:

  1. Siapkan kotoran kambing yang sudah kering, kemudian hancurkan agar tidak menggumpal.

  2. Campurkan kotoran kambing dengan jerami atau sekam padi sebagai bahan penyeimbang dan untuk mempercepat proses pengomposan.

  3. Tambahkan dedak halus secukupnya untuk meningkatkan kandungan nutrisi pupuk.

  4. Larutkan EM4 dan gula merah ke dalam air, kemudian siramkan secara merata ke campuran bahan hingga kondisi lembap (tidak terlalu basah).

  5. Aduk semua bahan hingga tercampur rata, lalu tutup dengan terpal atau karung untuk proses fermentasi.

  6. Lakukan pembalikan bahan setiap 5–7 hari agar proses pengomposan berjalan merata dan tidak menimbulkan bau.

  7. Setelah kurang lebih 3–4 minggu, pupuk organik siap digunakan dengan ciri warna kehitaman, tidak berbau, dan tekstur remah.

Pemanfaatan pupuk organik dari kotoran kambing ini diharapkan dapat membantu petani Desa Pesawahan menekan biaya produksi pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pengelolaan limbah ternak agar lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

(Desa Pesawahan)